Tampilkan postingan dengan label Angkatan 90-an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Angkatan 90-an. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Januari 2014

Pindah Nulis



Blog ini tidak akan diisi dengan tulisan baru lagi. Ia hanya membawa kembali beberapa tulisan di tempat barunya. Terima kasih sudah pernah main ketempat ini. Gue harap di tempat barunya ia akan tetap terus menulis. Daah.
 Ada satu hal yang membuat gue harus pindah. Gue selalu berurusan dengan munculnya kata dismiss. Selama ini gue sudah cukup sabar untuk menghilangkan kata tersebut untuk muncul kembali. Tetap saja kata tersebut keluar disaat tidak tepat sama sekali. Ah, sudahlah. Gue juga suadah menemukan tempat lainnya. Sampai ketemu kembali di tempat baru gue.
Ini alamatnya:

kojiojiojifojifewojirfewoi34jr8934rjufjvffds;d;lasfjiewthjirejreiojewokrewqijiojc n ewfiewriu4rh347y784htefdoidsghisdhfiodjsgfi rsrhew dfgkdfpgpodth89todfsji e reithreitjfvod ueht9urhetodpsf89-y4-2r-4ujeg  iegfoppoag[=0qo[va qiet0=0t934it f  i-ir34 foie retjirejt0 uret3-0t f=e0saif34 j0utj345rpoldfjgodgfju034 tdfgp[asfew9rf asodgp['dksgrig90rejg rgokdfgniodfgoyntrg[f0k42rjukfdfgjriejgfrekpgfdfkjb[dh;f]p24ir90dQDO1 J

Jumat, 19 Juli 2013

Terima Kasih Untuk Kebersamaannya


“Buka bareng yuk Jil.” Itu kata gue di BBM. 
“Hayuk.” Jawab Pajil.
“Yaudah aku kabarin yang lainnya dulu.” Masih ngobrol menggunakan BBM. 

Rabu, 17 Juli 2013 adalah hari paling gue tunggu-tunggu. Soalnya untuk pertama kali anak BlackBoxBDG buka bersama di kosan.

“Kenapa di kosan Roe?” Nabil tiba-tiba nanya. 
“Lo itu bisa muncul kapan aja ya.” Ini gue yang ngomong.
“Yaiyalah. Kan kita pren.” Nabil semena-semena omongannya. 
“Banyak alasannya kenapa kita buat acaranya di kosan. Yaudah. Lo  tenang aja dulu disana. Gue mau nulis dulu. Ntar lo tinggal baca aja deh."

Tiba-tiba gue sakit perut mau nulis ini cerita. Gue akhirnya memutuskan untuk berak dulu. 

…

Selasa, 15 Mei 2012

Lama Tidak Berjumpa Teman Berdebu

Setelah berdiskusi panjang dan tidak terlalu lebar, akhirnya gue dan awak Bandung bersedia datang ke Jakarta. Gue langsung kabarin anak-anak yang masih menetap di Bandung. Sayangnya tidak semuanya gue kabarin. Hanya beberapa orang pilihan yang gue kasih tau.

Wah, parah lo Ru... kenapa gak semuanya lo kasih tau?

Iya maaf. Gue kan rada-rada lupaan orangnya. Untuk pertemuan selanjutnya gue kabarin semuanya.

Basa-basi selesai. Mari kita lanjutkan ceritanya. Dua hari sebelum keberangkatan, banyak anak-anak yang mengundurkan diri. Akhirnya hanya menyisahkan diri sendiri. Karena gue udah janji, yaudahlah, gue berangkat sendirian.

Memangnya anak Bandung cuma lo doang yang datang Ru?

Ada tiga orang. Dua orang lagi sudah deluan berangkatnya. Travel udah gue booking tiketnya, tinggal bayar besoknya.

Minggu, 24 April 2011

Aktifitas Murid Ketika Guru Berhalangan Ngajar

Saya mencoba ingat kembali waktu duduk di bangku sekolah. Khususnya tingkat SD dan SMP. Dimana suatu posisi ditentukan oleh seorang wali kelas. Kemudian akan dipilih dengan teman-teman kelas. Yap, posisi itu adalah ketua kelas. 

Siapa yang menjadi ketua kelas pasti mempunyai tugas berat. Apa itu? Selain manggil guru yang tidak masuk kelas. Ketua kelas harus bisa mengamankan kelas dari keributan murid agar tidak mengganggu kelas di sebelahnya. Khususnya untuk kelas yang terkenal dengan bandel/hobi ribut. Satu tugas ketua kelas ketika ia akan mengamankan kelas. Tugas itu adalah mencatat nama murid ribut dalam kelas ketika guru tidak bisa masuk saat jam pelajaran. Mudah bukan?

Ternyata perjuangan menjadi ketua kelas itu tidak gampang. Saya akan tulis sebanyak mungkin yang dapat dituangkan ketika nama murid itu tertulis atau akan ditulis di BUKU HITAM [Bukunya tidak berwarna hitam melainkan sampul berwarna cokelat].

Biasanya sebelum ketua kelas mulai mencatat nama murid yang ribut. Ketua kelas terlebih dahulu menulis besar-besar di papan tulis ‘SIAPA YANG RIBUT DICATAT’.

Jumat, 15 Januari 2010

Bahasa Rakitan

Waktu masih pagi. Pagi itu masih membaca yang namanya mata kuliah bahasa rakitan. Itupun juga baca sambil balas SMS dari teman yang berbeda pulau. Bisa di bilang itu nama pulau Sumatra. Ga tau juga kalau sekarang apa udah berubah apa belum namanya. Suasana pada hari ini menggunakan suasana UAS. Dimana para mahasiswa fokus untuk belajar mati-sematinya. Tetapi, gue masih bisa santai. Mungkin bisa dibilang sangat santai. Masih saja sempat nulis kegiatan yang akan dilakukan pada bulan Febuari 2010. Kegiatan terjauh bersama kru BLACKBOX. Walaupun tidak masuk rekor MURI, tapi kami pasti akan bangga bisa menuju kesana bersama–sama.

BLACKBOX, kalian sudah pada tau-kan apa itu? Bukan. Bukan yang ada di dalam pesawat. Tapi itu nama angakatan gue yang dibuat dua tahun lalu. Dimana gue menemukan kembali anak – anak angkatan gue pada nongol di situs jejaringan. Facebook, mungkin kalian sudah tidak asing lagi mendengarnya.
Kembali lagi ke-angkatan. Awal mula namanya INGATLAH HARI INI. Banyak orang bilang nama itu terlalu panjang. Dan susah untuk disimpan di memori otak teman-teman gue. Beberapa bulan kemudian, teman gue Akhyar memberikan sebuah ide untuk diganti namanya. Gue engga tau kenapa harus ganti nama segala. Apa mungkin biar sedikit menjual gitu namanya. Atau hanya mudah diingat saja. Ya sudahlah engga usah terlalu dipermasalahkan. Namanya juga udah ada kok dan sudah disetujui banyak orang. Muncul-lah nama BLACKBOX. Untuk lebih lanjut, kita akan membahasnya nanti. Di tulisan berikutnya. Itupun kalau gue ingat ya. *senyum curang nan egois*

Kembali lagi kita ke kontrakan gue yang berisi empat kamar, satu ruang tengah, satu kamar mandi, satu dapur, dan satu ruang tamu. Ya bisa dibilang ruang tamu kami sudah dibuat tempat penitipan motor, barang tidak dipakai lagi dan handuk.  

Kembali lagi ke pokok masalah. Yup.. mata kuliah bahasa rakitan yang terpilih pada pagi ini yang akan di UAS-kan. Gue sama sekali engga ada persiapan dan engga ada belajar. Hanya baca – baca sekilas saja itu buku. Gue sama sekali engga ngerti mata kuliah yang satu ini. Di semester empat, gue udah pasrah dengan ini mata kuliah. Dan akhirnya gue memutuskan untuk tidak mengikuti UAS hari ini.

Mengapa tidak. Tentu tidak, karena gue datang cuma ngabsen doang. Dikasih soal pastinya gue engga bisa jawab satupun. Biasanya kebanyakan orang bilang “Au ah gelap.” Ujian kali ini di mulai pukul 12.15 WIB. Gue baru bangun jam 11.05 WIB. Itu sebenarnya gue ketiduran, rencananya engga mau tidur, tapi apa daya sudah berbaring di kasur engga ditidurin, kan sayang. Matapun akhirnya terpejamkan layaknya dibius di ruang operasi.

Jam sebelas bangun, ada terdengar suara masuk ke telinga dengan irama tidak merdu. Itu-tu gue dengar secara berulang–ulang tanpa henti. Waktu itu masih setengah sadar. Diluar sana ada banyak sekali manusia yang main ketok pintu orang dengan sembarangan. Gue intip tuh dari kamar. Lumayan ramai orang diluar. Ada-lah lima orang. Kelima orang tersebut berpencar untuk mengetok pintu yang ada di dekat mereka. Sampai juga suara ketukan pintu pas didepan kontrakan. Terre bukain tuh pintu. Dikiranya ibu–ibu yang biasa datang kerumah, mau ambil cucian. Ternyata penjual obat nyamuk datang lagi. Mungkin gue sedikit mendengar percakapan mereka.

“Punten A, satu rumah ini ada berapa kamar yah?” Mbak itu mencoba bertanya. Mbak satu lagi hanya melihat saja. 

“Ada empat.” T jawab tanpa basa–basi. Bagian selanjutnya gue kurang begitu mendegarkan, tapi lebih kurangnya seperti ini.

“Jadi A, masing-masing kamar harus memilikinya.” Mencoba menjelaskan kembali.

“Maaf mbak, kami sudah punya sepuluh disini.” Itu bukan jawaban T, tapi itu jawaban gue dari balik kamar. Kalau aslinya mana berani gue ngomong begituan. Hehehe..

“Bukan begitu A, masalahnya ini harus kalian beli, atau besok saya datang lagi untuk … …” itu teksnya terputus karena engga tau lagi dia ngomong apa.

…

Akhirnya T beli juga, tapi cuma dua. Awalnya sih katanya disuruh beli 25. Gila-aja si mbak. Anak kosan disuruh beli banyak. Pintu ditutup, terus pintu dikunci, tapi engga otomatis terkunci. Kuncinya masih pake tenaga manusia. Terus gue lupa mau nyambung ceritanya kemana. Soalnya waktu pada saat itu tidak bersahabat. Sehingga jadi malas untuk melanjutin ceritanya. Jadi THH (Tah Hapa-Hapa) ini cerita. Mohon ane jangan di bata ya Gan.