Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Januari 2014

Pindah Nulis



Blog ini tidak akan diisi dengan tulisan baru lagi. Ia hanya membawa kembali beberapa tulisan di tempat barunya. Terima kasih sudah pernah main ketempat ini. Gue harap di tempat barunya ia akan tetap terus menulis. Daah.
 Ada satu hal yang membuat gue harus pindah. Gue selalu berurusan dengan munculnya kata dismiss. Selama ini gue sudah cukup sabar untuk menghilangkan kata tersebut untuk muncul kembali. Tetap saja kata tersebut keluar disaat tidak tepat sama sekali. Ah, sudahlah. Gue juga suadah menemukan tempat lainnya. Sampai ketemu kembali di tempat baru gue.
Ini alamatnya:

kojiojiojifojifewojirfewoi34jr8934rjufjvffds;d;lasfjiewthjirejreiojewokrewqijiojc n ewfiewriu4rh347y784htefdoidsghisdhfiodjsgfi rsrhew dfgkdfpgpodth89todfsji e reithreitjfvod ueht9urhetodpsf89-y4-2r-4ujeg  iegfoppoag[=0qo[va qiet0=0t934it f  i-ir34 foie retjirejt0 uret3-0t f=e0saif34 j0utj345rpoldfjgodgfju034 tdfgp[asfew9rf asodgp['dksgrig90rejg rgokdfgniodfgoyntrg[f0k42rjukfdfgjriejgfrekpgfdfkjb[dh;f]p24ir90dQDO1 J

Senin, 06 Januari 2014

Katanya Tahun Kuda Kayu

Gggggggggg gggggggggggg gggggggggggg gffgggg gggg gg ggggggggg gggggg ggggg gggggggg gggggg ggggggggg gyi befdctw hbsxn.

Akhirnya bersih juga ini keyboard.
Hallo-hallo. Sekarang sudah tahun 2014. Di twitter banyak nulis resulusi di tahun 2014. Ada yang sudah banyak tercapai keinginannya. Ada yang baru setengah tercapainya. Ada yang belum tercapai. Ya itu karena lo kurang usaha. Tidak jauh bedalah dengan gue.
 Gue sih engga mau nulis resolusi tahun 2014. Karena kalau gue tulis itu bakalan menjadi sebuah wacana belaka. Gue nulis biar terlihat keren di mata orang. Haha.

“Ya, tergantung dulu Roe niat lo itu gimana.” Suara misterius terdengar dari belakang kursi.
Ternyata Nabil datang. Engga heran gue kalau Nabil datang secara tiba-tiba “Niat gue aneh Bil.”
“Aneh karena?”
“Ya aneh aja. Kalau gue rencanain sesuatu hal. Pasti aja itu engga terlaksana. Coba engga di rencanain, eh langsung jadi. Tapi emang kurang keren hasilnya.”

“Ya kalau gitu bagusnya lo rencanain dong. Jelas arahnya mau kemana. Intinya lo harus fokus dengan rencana lo. Rencanain aja dulu hal-hal sederhana. Engga usah, hal kecil aja dulu. Kalau lo udah terbiasa dengan hal kecil, baru lo boleh naik tingkat lagi.”

“Lo kayak emak gue aja Bil. Ceramahnya panjang bener.”
“Terlintas aja Roe yang tadi. Kalau engga buru-buru gue bilang ke lo entar hilang deh.”
“Oke. Jadi kita mulai darimana Bil?”
“Mau lo dimana?”
“Di kosan.”
“eh, sempaklah ini anak. Main lo sana yang jauh. Serius woy~” Nabil tidak menyukai kata-kata gue yang semena-mena tadi.
“Yaudah, lo duduk manis disana. Gue mau cerita dulu.”

Selasa, 15 Oktober 2013

Hari Bersama Hewan Kurban

Tulisan ini diketik di kota Bandung, 11 Mei 2011.

Lebaran haji tahun ini jatuh pada tanggal 6 November 2011. Udah empat tahun lebih banyak gue lebaran haji di kosan. Sejak lulus dari bangku Sekolah Menegah Pertama gue gak pernah lagi namanya ngeliat hewan kurban bareng teman-teman naik sepeda sore hari. Wah, serulah pokoknya komplek gue waktu muda dulu. Gak seperti sekarang ini. Aura-auranya udah jelas jauh berbeda.

Beberapa rumah biasanya  memelihara terlebih dahulu hewan kurban selama 2-3 hari. Maksimalnya sih tiga hari. Nah, waktu stan kurbannya dibuka barulah si hewan kurban dibawa kesana.

Gue pernah mengalami kejadian ini. Bokap gue waktu itu beli kambing warna putih. Bokap gak mau beli warna lain. Soalnya takut beda rasa dagingnya. Apa coba~

“Ngaruh gitu Ru rasanya dengan perbedaan warna?” 

Minggu, 06 Oktober 2013

Lebaran Juga Walau Beda Tanggal di Kalender


"Ramadhan tiba… Ramadhan tiba…"

Oke, gue bukan mau karokean disini. Takut yang baca entar pada kabur semuanya.

“Emang bisa ya dengar suaranya?”
"Hmm… Bisa gak ya? Yap, sudah gue putuskan gak bisa dengar pastinya."
“Yaiyalah~”

Gue senang dengan datangnya bulan Ramadhan tahun ini. Kenapa? Karena bulan Ramadhan tahun ini gue gak hanya berdiam diri di kosan selama tiga puluh hari, tapi sedikit kurangnya gue bisa ngelakuin hal-hal yang berbau positif.

“Ceaeellah Ru~ gaya banget kata-katanya.”
"Baik, langsung aja mulai ceritanya. Ini cerita gue di bulan Ramadhan."
“Udah tau kale. Buruan CUY~”