Tampilkan postingan dengan label Observasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Observasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Januari 2014

Pindah Nulis



Blog ini tidak akan diisi dengan tulisan baru lagi. Ia hanya membawa kembali beberapa tulisan di tempat barunya. Terima kasih sudah pernah main ketempat ini. Gue harap di tempat barunya ia akan tetap terus menulis. Daah.
 Ada satu hal yang membuat gue harus pindah. Gue selalu berurusan dengan munculnya kata dismiss. Selama ini gue sudah cukup sabar untuk menghilangkan kata tersebut untuk muncul kembali. Tetap saja kata tersebut keluar disaat tidak tepat sama sekali. Ah, sudahlah. Gue juga suadah menemukan tempat lainnya. Sampai ketemu kembali di tempat baru gue.
Ini alamatnya:

kojiojiojifojifewojirfewoi34jr8934rjufjvffds;d;lasfjiewthjirejreiojewokrewqijiojc n ewfiewriu4rh347y784htefdoidsghisdhfiodjsgfi rsrhew dfgkdfpgpodth89todfsji e reithreitjfvod ueht9urhetodpsf89-y4-2r-4ujeg  iegfoppoag[=0qo[va qiet0=0t934it f  i-ir34 foie retjirejt0 uret3-0t f=e0saif34 j0utj345rpoldfjgodgfju034 tdfgp[asfew9rf asodgp['dksgrig90rejg rgokdfgniodfgoyntrg[f0k42rjukfdfgjriejgfrekpgfdfkjb[dh;f]p24ir90dQDO1 J

Selasa, 31 Desember 2013

Suka Nonton Buatan Korea Selatan Dan Jepang

Mungkin ini akan menjadi tulisan terakhir gue di tahun 2013. Walau tulisan lama, tapi tulisan ini belum ada di blog ini. Tren yang masih membius sebagian besar warga Indonesia. Yup, nuansa Korea. Tidak. Gue engga bahas boy band atau girl band disini. Bahasan gue kali ini lebih ke film dan drama Korea.

Sejujurnya tidak hanya Korea saja yang bagus film atau dramanya. Jepang juga engga kalah dengan Korea. Justru kalau menurut gue bagusan Jepang. Tidak banyak basa-basi langsung ke masalah dan tamat. Sayangnya tayangan seperti itulah membuat para penonton menjadi penasaran setengah mati. Kalau kalian sering nonton film atau dorama Jepang taulah maksudnya gimana.

Film Jepang rata-rata penampilannya biasa saja. Tidak terlalu berkesan ‘wah’. Beda dengan Korea. Penampilan justru nomer satu. Itu kalau menurut gue ya. Gue jarang menemukan film atau drama Korea menggunakan pakaian kaos. Selalu saja rapi. Menggunakan jas atau jaket formal atau apalah itu namanya.

“Bisa jadi itu karena dingin Roe.”
“Bisa jadi. Itukan menurut pandangan gue aja. Kalau lo beda ya silakan.”
“Ini masih basa-basikan Roe?”
“Iya.”
“Yaudah, mulai langsung kayak film atau dorama Jepang. Engga banyak basa-basinya.”
“Sialan lo Bil.”

Sabtu, 28 Desember 2013

Dream Team Running Man versi Indonesia Menurut Roe

Jangan jalan. Lari. Kurang lebih seperti itu kata pembukanya. Itu sih cuma episode pertama doang dibilangnya, selebihnya gak pernah dengar lagi. Haha.

Pasti sudah banyak banget yang nonton ini acara. Running Man cukup terkenal di seluruh dunia. Ya kalau tidak masuk seluruh dunia setidaknya se-Asia juga boleh.

Sedikit saja penjelasan tentang Running Man. Formasi awal, pemain berjumlah tujuh. Tidak ada cewek. Hanya, tiap minggu selalu mendatangkan bintang tamu cewek kece.Dimana Ji Hyo terpilih menjadi pemain tetap Running Man. Wanita ini cukup tangguh dan tidak kalah saing dengan pemain cowok lainnya.

Variety show ini kerjanya lari-lari terus keluar keringat. Kalo udah capek dicabut name tag yang ada di punggung. Kalau stamina masih kuat, bisa bertahan lama sampai permainan selesai.

VJ-nya saja satu orang satu. Tau VJ kan? Kalau di Korea itu yang suka ambil gambar menggunakan alat perekam video atau biasanya sering disebut hadycam. Kalau versi yang gedenya gue gak tau namanya.

Kalau saja Running Man dibuat versi Indonesia dan gue terpilih menentukan siapa-siapa saja pemainnya. Gue bakalan milih…

Minggu, 01 Desember 2013

Mencari Kampung Halaman

Selamat datang kembali di kota Bandung mamen.  Tidak bosan dan bahkan seharusnya tidak  pernah bosan untuk datang ke Bandung. Makan gak makan asal ngumpul. Nyambung gak tuh kata-katanya.

“Enggak.”
“Hei Bil. Apa kabar lo?”
“Baik.” Nabil langsung duduk santai sambil mengambil remot tv.
“Eh, Bil. Kita udah minal aijin belum?”
“Belumlah. Gue aja baru datang ke kosan lo sekarang.” Masih lanjut nonton tv.
“Yaudah, kalau gitu kita salaman dulu dong.” Ini gue masih ngetik di laptop.

Kami ini sedang berbicara sambil mengerjakan sesuatu hal yang sifatnya tidak terlalu penting.

Jumat, 29 November 2013

Namanya Juga Belajar Menyontek. Jangan Mencontoh Nanti Bodoh

Tulisan ini sebenarnya sudah pernah gue terbitkan di heruwbsono.com. Nah, berhubung itu situs sudah punah dan dimakan data dengan pelanggan lainnya gue mau terbitin lagi di sini. Untung saja gue masih punya data mentahannya. Jadi ya bisalah gue bagusin lagi kata-katanya yang kurang sedap dibaca. Yuk mulai.

Semua orang pernah memasuki dunia pendidikan. Pasti pernah merasakan yang namanya ujian. Baik itu ujian Ebta, Pra-Ebta dan Ebtanas. Itu sih jenis ujian waktu gue esde. Kalau sekarang apa ya? Dengar-dengar sih sudah gak ada ujian lagi Anak esde sekarang. Ya itu sih pendengaran gue ya.

Ujian Akhir Nasional namanya waktu gue masih SMP. Buat tingkat SMA Ujian Nasional namanya. Kalian tidak pernah lihat kan, waktu SPMB atau nama kerennya sekarang SNMPTN ada orang menyontek. Gue sih sudah tiga kali ikutan begituan gak pernah ngeliat ada orang nyontek.

“Yaiyalah…”

Tau gak kenapa mereka melakukan hal yang demikian? Kalau menurut gue pribadi, mungkin tiap orang ingin menyelamatkan dirinya sendiri. Kalau kita misalkan, seperti ini.

Jumat, 13 September 2013

Apa? Toko Potong Rambut


 

"Siang..."
“Siang gitu kejadiannya?” Ini Nabil mencoba mencuri obrolan gue. 
"Sianglah. Lo liat, itu anak SD baru pulang sekolah."
“Iya. Terus lo ada masalah apa dengan fotonya.” 
"Ya sabarlah. Ini juga gue baru mulai ceritanya."

… 

Minggu, 24 April 2011

Aktifitas Murid Ketika Guru Berhalangan Ngajar

Saya mencoba ingat kembali waktu duduk di bangku sekolah. Khususnya tingkat SD dan SMP. Dimana suatu posisi ditentukan oleh seorang wali kelas. Kemudian akan dipilih dengan teman-teman kelas. Yap, posisi itu adalah ketua kelas. 

Siapa yang menjadi ketua kelas pasti mempunyai tugas berat. Apa itu? Selain manggil guru yang tidak masuk kelas. Ketua kelas harus bisa mengamankan kelas dari keributan murid agar tidak mengganggu kelas di sebelahnya. Khususnya untuk kelas yang terkenal dengan bandel/hobi ribut. Satu tugas ketua kelas ketika ia akan mengamankan kelas. Tugas itu adalah mencatat nama murid ribut dalam kelas ketika guru tidak bisa masuk saat jam pelajaran. Mudah bukan?

Ternyata perjuangan menjadi ketua kelas itu tidak gampang. Saya akan tulis sebanyak mungkin yang dapat dituangkan ketika nama murid itu tertulis atau akan ditulis di BUKU HITAM [Bukunya tidak berwarna hitam melainkan sampul berwarna cokelat].

Biasanya sebelum ketua kelas mulai mencatat nama murid yang ribut. Ketua kelas terlebih dahulu menulis besar-besar di papan tulis ‘SIAPA YANG RIBUT DICATAT’.